air mata

 

ijinkanku mewakili perasaanmu akan sebuah cinta terpendam yg kau miliki, pada seseorang, yg belum halal

Sedih lagi malam ini

Karna dia tak peduli

Karna dia permainkan hati…

Tersenyumlah..

Dan,

Tetaplah mencintainya,

karenaNya…

Lagi-lagi langit menangis sore tadi, hmm, sesuai dengan suasana hati… Aku ini masih 17 tahun, baru kelas 2 SMA dan sekarang berani mencintai seorang makhluk Allah yg bukan siapa-siapa bagiku.

Jika kita menyukai seseorang, dan melihat seseorang itu dengan yang lain, alamaaaaaaaaakkk,,,, perasaan apa yang muncul, patah hati? kecewa? sakit hati? sedih? cemburu?

Yups !!!! Tentu saja perasaan itu semua ada, ..jadi teringat ucapan seseorang, di saat kita cemburu, berarti cinta kita masih salah…what’t the meaning? wallahu musta’an, yang pasti nyaris tidak mungkin ada cinta tanpa sebuah cemburu ??!!

Dan aku sedang merasakan itu, saat ini!!, 17 taun, sweet seventeen kata orang. Trus apakah ini namanya cinta? atau hanya rasa yang bernamakan suka? atau bahkan mungkin sekedar kagum semata? Wallahu musta’an..yang pasti udah sepakat pisan, Cinta itu kalo kita memang sudah benar-benar terikat dalam pernikahan, T I T I K !!! Jika BUKAN karena itu, maka bagiku itu bukan cinta. *terserah waelah antum mau protes atau apa.. ^___*

Ngeliat percakapan dia dengan yang lain, bukan secara langsung itu juga, tapi melalui sebuah media perantara, jujur, langsung weh diri ini merasa gimanaaaaaaa gitu, sedih? jelas!, sakit hati pluss meweeekk ?!!? cemburu? Nah, yang satu ini nih ana nggak tau..hehe :p

Air mata ngucur, beriringan dengan hujan yang turun, langsung diri ini matiin leptop, merasa sebal dengan internet, matiin hape, pokoe semua yang bisa dimatiin kumatiin! Ada anak ayam tetangga, matiin. Liat tipi nyala, matiin. Lampu nyala..matiin. Kran sanyo nyala..matiin. *hehe lha iyalah, udah tengah malem, mau tidur kaleee..

Astaghfirullah..lama kelamaan mikir, apa hak-ku untuk cemburu? Cintaku salah! Cinta yang benar tidak akan sampai membuat diri ini seperti ini, huff..masih dengan airmata berlinangan dan wajah yang sembap, kuberusaha menahan tangis.

Cintailah dia hanya karna Allah,…Hanya karenaNya…Mengharap ridha dan surgaNya…

Tarik nafas panjang, …walaupun masih berat dan tangis belum juga mau reda, kuhapus airmata perlahan, berusaha tersenyum, sendiri…

Berusaha menghilangkan rasa cemburu itu di hati, pelan…. Aku berpikir, dia memang pantas dengan – mbak akhwat sejati yang subhanallah membuatku iri — itu, yang mungkin lebih mencintainya, dan lebih di cintai oleh dia… Dibanding dengan diriku, hanya anak kecil ingusan yang bandel dan sok tau, susah dinasehatin segala macem…, hobi banget memang diriku ini menyiksa hati, tapi lumayan, dengan begitu aku jadi tau diri dan mau nggak mau harus menerima kenyataan yang ada, sedih? jelas! hhiks…

Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati dibandingkan menangis tersedu-sedu Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang….

Dengan hati gerimis, akhirnya aku pun kembali menyalakan leptopku, menghubungkan dengan internet, dan menulis tulisan ini…

Melatih diri, biarkan cinta ini ada hanya karenaNya, tidak lebih…dan tidak kurang…

Karna aku memang bukan akhwat sejati, belum..

Masih harus banyak belajar lagi, agar tidak menyesal nanti…

Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita… kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keindahan yang serupa yang dinamakan CINTA.

Rasulullah menjelaskan tentang kaum Anshar dalam sabdanya:” Tidak ada yang mencintai mereka kecuali orang mukmin, dan tidak ada yang membenci mereka kecuali orang munafiq. Siapa yang mencintai mereka, maka Allah akan mencintainya, dan siapa yang membenci mereka, Allah pun membencinya”.

Rasulullah bersabda, Allah berfirman, “Orang-orang yang saling mencintai karena-Ku akan mendapatkan mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya, lalu para Nabi dan syuhada iri dibuatnya”.

Rasulullah bersabda, Allah Ta’alla berfirman, “Wajib bagiKu mencintai orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, duduk bersama dalam satu pertemuan karena-Ku, saling mengunjungi karena-Ku, dan saling mengorbankan dirinya karena-Ku.” (Hadits Qudsi).

Rasulullah bersabda:” Jika seseorang mencintai saudaranya, hendaklah dia memberitahukannya bahwa dia mencintainya”

Jadi, jangan bersedih lagi, ukhti…

Biarkan semuanya berjalan apa adanya, karna akan terjawab sesudahnya, percaya pada Allah dan terus berdo’a serta berusaha, semuanya sudah tertulis rapi lagi indah…lebih indah dari yang kau harapkan…insya Allah…di Lauh Mahfudz sana…aamiin…

Mungkin dia bisa lebih bahagia tanpamu, dengan akhwat yang dicintainya…

Berusaha sabar dan kuat, jangan jadikan ini cinta yang salah! Jangan sampai Allah murka, dan menggeser kedudukan cinta pada Allah dan RasulNya di posisi pertama, naudzhubillah…

Belajar mencintainya…dengan benar dan ikhlas…Ya…hanya karna Allah Ta’ala…

Mumpung masih sempat kukatakan,

Aku mencintaimu karnaNya,..semoga hanya Karna DIA, tidak lebih dan kurang…

*Jangan menangis lagi ya ukhtiku cantik… Biarkan dia pergi dengan bidadarinya jika itu memang sudah ketentuan dariNya, ikhlas….karna semua hanya karna Allah semata…, skenario yang baik lagi indah insya Allah…*

INGATLAH..: Memang akan selalu ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan. Begitu pula akan ada orang2 tercinta yang tidak ingin kita tinggalkan…. tapi ingatlah…..melepaskan BUKAN akhir dari dunia. hehe beger gak yak..? Auk ah gelap, mo senyum ajah..^.^😉

trimakasih page: http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=443929632313422&id=253238754715845